tvOne Newsticker

Beranda

Live Streaming

Program tvOne

Rilis Pres

Jadwal

Indeks

Karier

Tentang Kami

Pemilu

Kamis, 23 Mei 2013


Kabar Internasional

Gula Mahal, PM Pakistan Stop Menu Manis

Kamis, 10 September 2009 17:36 WIB

Islamabad, (tvOne)

Perdana Menteri Pakistan, Yusuf Raza Gilani, memerintahkan tukang masaknya berhenti membuat hidangan manis sebagai bagian dari upayanya menurunkan harga gula.

Sidang kabinet Rabu membentuk satu komite untuk memantau harga gula, dan menyampaikan rekomendasi-rekomendasi dalam 10 hari, namun masyarakat terus mendesak berkaitan meningkatnya permintaan pemanis selama menjalankan puasa Ramadan.

"Perintah-perintah sedang dilaksanakan mulai hari ini," kata seorang pejabat pada Kantor Perdana Menteri. "Dia ingin mengatakan kepada rakyat bahwa mereka bisa hidup sehat dengan hanya menggunakan sedikit gula."

Harga gula melonjak tinggi di Pakistan menjelang Ramadan, yang dimulai bulan lalu. Karena secara tradisional rakyat akan memakan banyak makanan manis ketika mereka berbuka puasa.

Permintaan impor yang tinggi, khususnya dari negara tetangga India, konsumer gula tertinggi di dunia, menekan harga gula mentah akanan di New York meningkat tinggi dari bulan lalu. Ini peningkatan harga tertinggi sejak 28 tahun.

Pemerintah menjual gula dengan harga subsidi dan memberikan potongan harga pada toko-toko di seluruh negeri. Pemerintah mengatakan, tidak terjadi kelangkaan gula di negara ini dan menuding para tengkulak yang menciptakan krisis buatan itu.

"Marilah bujuk masyarakat mengkonsumsi sedikit gula dan kemudian kita akan menyaksikan di mana para tengkulak itu menjual gula mereka," kata Menteri Informasi, Qamar Zaman Kaira, Rabu. Konsumsi gula per tahun Pakistan berkisar antara 3,6 juta sampai 4,2 juta ton.

PM Gilani menyatakan prihatin bahwa konsumsi gula tahunan mencapai 25 kilogram per orang, yang berarti lebih tinggi daripada China, India dan Bangladesh. "Masyarakat kita harus tanggap dengan situasi ini dengan tindakan-tindakan dan kini adalah saatnya," kata harian The News yang mengutip pernyataan PM. (Ant)
 

942+ed
Bookmark and Share
Komentar Kabar
Kirim Komentar