tvOne Newsticker

Beranda

Live Streaming

Program tvOne

Rilis Pres

Jadwal

Indeks

Karier

Tentang Kami

Jumat, 18 Mei 2012


Kabar Internasional

Pangkalan Militer AS di Kirgiztan Berbahaya Bagi Asia Tengah

Kamis, 29 Desember 2011 23:15 WIB

Bishkek, (tvOne).

Pangkalan tentara Amerika Serikat yang terletak di Bandar Udara Bishek, Kirgistan dinilai sangat berbahaya bagi negara-negara Asia Tengah, seperti dikatakan Pemimpin baru Kirgistan, Almazbek pada Kamis, (29/12).

Presiden Kirgistan Almazbek Atambayev menyampaikan kepada Wakil Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Robert Blake bahwa biaya tahunan penggunaan kawasan itu sebesar 150 juta dolar Amerika Serikat (sekitar Rp1,4 triliun) dari Washington itu tak sebanding dengan ancaman bahaya yang dihadapi Kirgiztan.

"Mungkin, mereka berpikir bahwa Almazbek Atambayev melakukan ini di bawah tekanan Rusia," kata Atambayev, mantan perdana menteri, yang terpilih menjadi presiden negara bergolak dekat Afghanistan itu pada bulan lalu.

"Bukan itu masalahnya," katanya tegas, "Kami ingin mengubah Manas menjadi bandar udara warga sepenuhnya. Mempertahankan pangkalan tentara untuk 150 juta dolar Amerika Serikat sangat berbahaya." Republik bekas Sovyet itu adalah satu-satunya negara di dunia menjadi tuan rumah pangkalan tentara baik Rusia meupun Amerika Serikat. Hal itu mencerminkan persaingan Moskow dengan Washington di kawasan kaya minyak tersebut.

Kirgistan pada 2009 mengancam menutup pangkalan Amerika Serikat dengan dampak segera, yang diikuti perjanjian pinjaman besar baru dengan Rusia. Washington merundingkan perjanjian baru sewa dengan pemerintah Kirgistan pada akhir tahun itu setelah menaikkan pembayarannya. Saat ini pangkalan itu resmi disebut Pusat Singgah Manas, dan terletak di bandar udara warga di pinggiran ibu kota Kirgistan, Bishkek.

Sementara, NATO telah memetakan untuk menarik semua pasukannya dari Afghanistan pada akhir 2014, namun pangkalan itu tetap menjadi tempat singgah penting bagi tentara akibat ketegangan hubungan antara Amerika Serikat dengan Pakistan.

Atambayev menyatakan Washington masih bisa memiliki jalur bukan tempur ke lapangan udara jika bekerja dengan Moskow dengan bersama mengubah Manas menjadi pusat pengangkutan canggih. "Entah Amerika pergi pada 2014 atau, bersama Rusia, mereka membuat Manas menjadi bandar udara angkutan bersama," kata pemimpin Kirgistan itu wartawan.

Sekitar 140.000 tentara asing dari sekitar 45 negara tergabung dalam pasukan NATO pimpinan Amerika Serikat di Afghanistan dengan pasukan tempur asing dijadwalkan ditarik pada akhir 2014. Amerika Serikat adalah negara pengirim tentara dengan jumlah terbesar, sekitar 100.000 serdadu. Kendati seluruh pasukan tempur dijadwalkan pergi pada akhir 2014, ribuan dari mereka diperkirakan tinggal untuk "melatih dan mendampingi" pasukan setempat. (Ant)

2824+at
Bookmark and Share
Komentar Kabar
Kirim Komentar