
Manila, (tvOne)
Setidaknya 16 orang tewas dan 100 lainnya hilang di Filipina selatan akibat tanah longsor yang menghantam satu komunitas pencari emas, Kamis (5/1).
Longsoran itu menghantam sebuah komunitas pegunungan terpencil dekat kota Pantukan di Pulau Mindanao, dan satuan tentara sedang menggali rumah-rumah dan tubuh-tubuh yang terkubur dengan menggunakan sekop dan alat-alat lainnya, kata kepala pertahanan sipil Benito Ramos kepada AFP.
Pantukan dan kota terdekat Monkayo telah menarik ribuan pencari emas selama bertahun-tahun, dan kegiatan pertambangan sebagian besar tidak diatur serta memicu serangkaian kecelakaan mematikan.
"Ini adalah penambang skala kecil yang terowongannya menerobos ke sisi pegunungan seperti tikus," kata Ramos.
Enam belas mayat ditarik dari puing-puing dalam lima jam pertama, namun para tokoh masyarakat penyelamat mengatakan sekitar 100 orang lain masih hilang, kata juru bicara kepolisian daerah Inspektur Senior Gretchin Cinco kepada wartawan.
Ramos mengatakan, jumlah orang yang hilang adalah berdasarkan angka-angka perkiraan aparat desa.
Arturo Uy, gubernur Provinsi Lembah Compostela yang mencakup Pantukan, diperkirakan bahwa penduduk desa yang terlanda longsor adalah antara 700 dan 800 penduduk sementara.
Para penambang telah diperingatkan sebelumnya tentang bahaya tanah longsor setelah melanda masyarakat sekitar pencari emas pada 2009, katanya menambahkan.
"Kami sudah memerintahkan mereka keluar dari daerah itu pada April dan banyak yang pergi," kata Uy kepada televisi GMA dalam satu wawancara telepon. (Ant)