
Jakarta, (tvOne)
Indonesia akan menjadi tuan rumah pertemuan Komisi Independen Permanen Hak Asasi Manusia Organisasi Konferensi Islam (OKI) yang akan dilakukan pada 20-24 Februari.
"Pertemuan itu akan dihadiri 18 komisi Hak Asasi Manusia (HAM) dari berbagai negara Islam dan juga dihadiri langsung Sekjen OKI, Ekmeleddin Ihsanoglu," ujar Juru Bicara Kementerian Luar Negeri, Michael Tene, kepada wartawan di Jakarta, Jumat (3/2).
Pertemuan itu akan membahas berbagai isu penerapan HAM, masalah internal seperti sistem kerja dan prioritas komisi kedepannya. Indonesia sendiri akan diwakili oleh wakil Indonesia untuk Komisi Independen Permanen Hak Asasi Manusia OKI, Siti Ruhaini Dzuhayatin.
Anggota lainnya yang akan hadir yakni Wael Attiya (Mesir), Mohammed Raisouni (Maroko), Saleh bin Mohammed al-Khatlan (Arab Saudi), Mahmoud al-Aker (Palestina), Elham Ibrahim Ahmed Mohamed (Sudan), Adel Issa Al-Mahry (Uni Emirat Arab).
Kemudian, Ousman Diao Balde (Guinea), Mohamed Kawu Ibrahim (Nigeria), Med. S.K. Kaggwa (Uganda), Mohammed Lamine Timbo (Sierra Leone) and Mohammad al-Bashir Ibrahim (Chad).
OKI adalah organisasi internasional nonmiliter yang didirikan di Rabat, Maroko pada 25 September 1969. Organisasi itu memiliki 57 negara anggota dan memiliki perwakilan tetap di Perserikatan Bangsa-Bangsa.
OKI ditujukan sebagai wadah bagi komunitas Islam berkumpul, solidaritas dan memajukan hak asasi manusia.
Sementara, Komisi Independen Permanen HAM OKI dibentuk pada pertengahan 2010 di Kazakhstan. Komisi itu bertugas melakukan pemantauan dan memastikan penerapannya di negara-negara anggota. (Ant)