
Beograd, (tvOne)
Salju yang baru turun di Serbia, Senin (6/2), menambah rumit operasi pertolongan di dalam cuaca ekstrem, sementara pekerja dan tentara berjuang mencapai sebanyak 70.000 orang yang terjebak di desa terpencil dan terkucil oleh timbunan salju di seluruh negeri tersebut, demikian laporan Radio Television Serbia (RTS).
Menteri Dalam Negeri Serbia Ivica Dacic, Senin, sehari setelah pemerintah mengumumkan keadaan darurat, mengunjungi Sjeniva, kota yang paling parah diguyur salju berkepanjangan dan temperatur rendah.
Ia berjanji akan mengirim 10 ton bahan bakar serta lima mesin pembersih salju untuk kotapraja tersebut. "Sebanyak 3.000 orang lagi telah dilibatkan dalam upaya membersihkan jalan di seluruh Serbia," kata Dacic.
"Angkatan Darat memberi kami tambahan 14.000 orang dan kami berharap bisa membersihkan sebanyak 6.000 kilometer jalan lokal yang sekarang tak bisa dilewati di Serbia." Sementara salju diperkirakan masih akan turun, Dacic mengatakan pemerintah akan meringankan tekanan atas masyarakat setempat yang menghadapi kondisi ekstrem. Ia menyatakan pemerintah Serbia akan menanggung semua biaya bagi penambahan tenaga manusia dan peralatan.
"Mengingat ramalan cuaca selama beberapa hari ke depan, jelas lah bahwa kotapraja tak bisa menanggulangi masalah seperti ini, dan oleh karena itu melibatkan kemampuan gabungan negara," kata Dacic sebagaimana dikutip Xinhua --yang dipantau ANTARA di Jakarta, Selasa.
Situasi dilaporkan sangat sulit di wilayah pegunungan di Kotapraja Prijepolje, Nova Varos, Ivanjica, Brus, Kursumlija, Medvedja, Vlasotince dan Crna Travar, wilayah Serbia yang membentang dari perbatasan Montenegro ke Bulgaria --tempat salju lebih dari satu meter telah turun di banyak daerah.
Setelah lima hari upaya pembersihan, dan dengan bantuan militer, semua jalan sekarang bisa dilewati sampai ke rumah tangga terpencil di berbagai desa pegunungan di dekat Mali Zvornik di Sungai Drina.
Menurut ketentuan yang menetapkan keadaan darurat, warga yang mampu diharuskan membantu lembaga negara dalam memberikan perlindungan dan upaya pertolongan. Satuan pertahanan sipil, yang dilatih secara khusus, dapat dikerahkan dan digelar oleh militer. Pengungsian sebagian atau seluruh warga dalam kondisi risiko tinggi juga dapat ditetapkan. (Ant)