
Damaskus, (tvOne)
Kementerian Luar Negeri Suriah menuduh Turki memainkan peran utama dalam mendukung terorisme di Suriah, dan menambahkan bahwa Amerika Serikat serta Prancis juga secara eksplisit mengumumkan dukungan mereka terhadap kelompok pemberontak bersenjata.
"Mereka semua melakukan kejahatan terhadap rakyat Suriah," pernyataan dari Kemenlu Suriah dalam surat yang dikirim kepada PBB, Kamis (2/8).
Kementerian itu mengatakan bahwa pemerintah Turki memberikan dukungan kepada para pejuang bersenjata di Suriah dengan membuka perbatasannya dan bandara untuk para teroris Al Qaida serta kelompok lain untuk bergabung bertarung di Suriah.
Kementerian luar negeri juga mengecam Amerika Serikat dan Prancis, dan mengatakan bahwa kedua negara telah mengumumkan untuk membiayai langsung kelompok-kelompok bersenjata di Suriah dan melengkapi mereka dengan komunikasi yang berarti untuk melanjutkan tindakan kriminal mereka.
Pernyataan kementerian itu dilontarkan pada saat negara sedang menyaksikan meningkatnya pertempuran militer antara pemberontak bersenjata dan pasukan pemerintah di kota-kota utama seperti Damaskus dan pusat ekonomi Aleppo.
Laporan-laporan terakhir telah mengungkapkan keberadaan pejuang Al Qaida dan kelompok-kelompok sejenis bergabung dalam pertempuran melawan pasukan pemerintah Suriah.
Unsur-unsur garis keras telah menggelapkan prospek solusi politik untuk krisis Suriah, terutama setelah Kofi Annan mengundurkan diri Kamis dari jabatannya sebagai utusan khusus internasional bagi Suriah, yang tampaknya akibat usahanya yang goyah untuk mengakhiri kerusuhan selama 17 bulan di negara Arab itu. (Ant)