tvOne Newsticker

Beranda

Live Streaming

Program tvOne

Rilis Pres

Jadwal

Indeks

Karier

Tentang Kami

Pemilu

Kamis, 20 Juni 2013


Kabar Internasional

Mitt Romney Diguncang Kasus Video Rahasia

Selasa, 18 September 2012 14:00 WIB

Washington, 18/9 (tvOne)

Kandidat presiden Amerika Serikat hari Senin (17/09) diguncang video yang dibuat secara rahasia, yang memperlihatkan dia mengatakan bahwa hampir setengah dari warga Amerika mendukung Presiden Barack Obama karena mereka merupakan "korban-korban" yang tergantung kepada pemerintah serta menghindari pajak.

Tim Obama segera mengamati video Romney sedang menyampaikan pidato di depan para donatur kaya itu, yang dikeluarkan oleh majalah liberal Mother Jones, sebagai bukti bahwa kandidat multi-jutawan itu telah mencoret setengah dari warga Amerika dan tidak pantas menjadi seorang presiden.

Video tersebut merupakan pukulan terbaru yang dialami tim Romney saat mereka membela laporan-laporan yang mengatakan bahwa pencalonan kandidat presiden dari Partai Republik itu kacau.

Romney sendiri sedang berjuang untuk menutup kesenjangan --walaupun kecil tapi konsisten-- dengan posisi Obama di jajak-jajak pendapat nasional serta di negara-negara bagian yang menjadi wilayah perebutan suara.

Dalam petikan video, yang muncul 50 hari menjelang hari pemilihan presiden AS tanggal 6 November, Romney --dalam acara tertutup dan khusus bagi para pendukung dana, terlihat mengatakan bahwa 47 prosen warga Amerika "bagaimanapun" akan memilih Obama.

"Ada 47 prosen yang mendukung dia, mereka adalah orang-orang yang menggantungkan diri kepada pemerintah, yang menganggap diri mereka sebagai korban, menganggap pemerintah bertanggung jawab mengurus mereka, menganggap mereka berhak mendapat pelayanan kesehatan, makanan, tempat tinggal, sebutkan apa saja," katanya.

"Mereka ini adalah orang-orang yang tidak membayar pajak penghasilan. Jadi pesan kita soal pajak rendah tidak menyambung. Saya tidak akan pernah meyakinkan mereka bahwa mereka harus mengambil tanggung jawab atas diri mereka sendiri dan mengurus sendiri hidup mereka." Mother Jones menyiarkan gambar-gambar tersebut di lamannya dan mengatakan jati diri orang-orang yang berada di gambar tersebut dikaburkan, demikian pula dengan tempat pertemuan guna melindungi sumbernya.

Video yang mengejutkan itu muncul dan berisi komentar terbaru dari daftar panjang pernyataan Romney yang justru telah membuatnya kesulitan menghapus kesan yang dibingkai oleh tim kampanye Obama. Tim kampanye Obama menggambarkannya sebagai pelaku bisnis kaya raya yang tidak terjangkau oleh kelas menengah.

Manajer kampanye Obama, Jim Messina, menyambar isu tentang insiden video itu. "Adalah hal yang mengejutkan bahwa seorang kandidat Presiden Amerika Serikat masuk ke ruangan tertutup dan menyatakan kepada sebuah kelompok donatur kaya bahwa setengah dari warga Amerika menganggap dirinya sendiri sebagai "korban", berhak atas sedekah, dan tidak mau "mengambil tanggung jawab" untuk hidup mereka sendiri," katanya.

"Sulit bagi seseorang untuk menjadi presiden bagi semua warga Amerika kalau orang tersebut menghina dan mencoret setengah dari bangsa ini." Di California, Romney yang terlihat tegang mengatakan kepada para wartawan soal video tersebut: "saya katakan, itu tidak dinyatakan secara elegan." Tapi "Saya berbicara tentang proses politik dalam menarik orang-orang dalam kampanye saya... Ini adalah tentang ke mana negara diarahkan," kata Romney, menekankan.

Romney sebelumnya membantah laporan-laporan, yang dihembuskan oleh artikel di laman Politico, tentang perselisihan internal di tubuh tim kampanye.

"Saya menjalani kampanye yang menyenangkan," ujarnya dalam sebuah wawancara dengan Telemundo, jaringan televisi berbahasa Spanyol.

"Para pekerja senior kampanye saya bekerja sama secara luar biasa. Saya bekerja sama baik dengan mereka. Kampanye kami berjalan baik," katanya.

Sementara itu, Obama sedang mengunjungi Ohio, negara bagian yang masih menjadi wilayah perebutan dukungan, menyindir retorika keras Romney yang anti-China, kemudian menusuk dirinya sendiri dengan mengumumkan kasus perdagangan baru dengan menjadikan subsidi industri otomotif Beijing sebagai target.

Menurut sebuah jajak pendapat --yang mengambil kalangan warga Latin sebagai responden-- setelah berlangsungnya Konvensi Nasional Demokrat dua minggu lalu, Obama memimpin Romney di kalangan pemilih Hispanik dengan 66 prosen berbanding 29 prosen.

Obama sendiri memimpin di sebagian besar jajak pendapat di negara-negara bagian yang menjadi wilayah perebutan suara, dengan marjin kecil tapi jelas. (ANT)

3258+ps
Bookmark and Share
Komentar Kabar
Kirim Komentar